bengong

October 8, 2006

CERAMAH K: rendah hati, pembelajaran, disiplin, kebebasan, kelekatan, ‘austerity’, kesendirian, Tuhan

Filed under: J.Krishnamurti

J. KRISHNAMURTI:
CERAMAH UMUM KE-10, SAANEN (SWISS), 12 Agustus 1962

(diterjemahkan oleh bpk hudoyo h) 

Saya rasa kita semua sadar akan perubahan-perubahan lahiriah luar biasa yang tengah berlangsung di dunia, tetapi sangat sedikit dari kita yang berubah secara batiniah, secara mendalam. Entah kita mengikuti suatu pola pikiran yang dibuat oleh orang lain, atau kita menciptakan kerangka ideasional kita sendiri, yang di dalamnya kita berfungsi; dan kebanyakan dari kita tampaknya sangat sukar untuk membebaskan diri dari pola konseptual ini. Kita hidup dari sebuah konsep ke konsep lain, dari suatu ide ke ide lain, dan kita menganggap gerak ini adalah perubahan. Tetapi, seperti bisa kita lihat jika mengamati agak teliti, sebetulnya itu bukan perubahan sama sekali. Pikiran tidak menghasilkan perubahan yang mendalam. Pikiran bisa menjadi sebab dari penyesuaian-penyesuaian superfisial, ia bisa menciptakan atau menyesuaikan diri pada suatu pola baru, tetapi secara batiniah tidak ada perubahan yang bermakna: kita tetap kita yang dulu, dan kemungkinan besar akan berlanjut seperti itu. Penyesuaian & konformitas lahiriah ini selalu berkaitan dengan ketidakmantapan batiniah kita, ketidakpastian batiniah kita, di dalam batin kita merasa takut dan cenderung untuk lari dari sudut-sudut batin kita yang gelap dan tak terjelajahi. (more…)

August 31, 2006

kebenaran

Filed under: sepi, J.Krishnamurti

didapat dari milis beceka@yahoogroups

membiarkan nya mengorganisir kebenaran?

Kalian mungkin masih ingat ceritera bagaimana si setan
dan seorang temannya berjalan-jalan di jalan raya,
ketika ia melihat seorang lelaki membungkuk dan
memungut sesuatu di jalan, memeriksanya, dan
memasukkannya ke dalam sakunya.

Sang teman bertanya, “Apa yang dipungutnya itu?”

“Ia memungut secarik Kebenaran,” sahut setan.

“Kalau begitu, itu urusanmu buat menanganinya,” kata
temannya mengingatkan.

“Ah, sama sekali tidak,” sahut si setan santai, “aku
akan membiarkannya mengorganisirnya.”

~ Jiddu Krishnamurti.
Dari kuliah termasyur: “Truth is a Pathless land”,
August 2, 1929, di Ommen, Belanda.

June 29, 2006

Bebas dari Jerat Waktu

Tanpa meditasi, tidak ada pengetahuan diri; tanpa pengetahuan diri, tidak ada meditasi. Jadi Anda harus mulai mengetahui apa diri Anda. Anda tidak bisa pergi jauh tanpa mulai dari yang dekat, tanpa memahami proses sehari-hari dari pikiran, perasaan dan tindakan Anda. Dengan kata lain, pikiran harus memahami liku-likunya sendiri, dan apabila Anda melihat diri Anda sendiri bekerja, Anda akan mengamati bahwa pikiran bergerak dari yang diketahui menuju yang diketahui. Anda tidak bisa memikirkan apa yang tak diketahui. Apa yang Anda ketahui tidak nyata, karena apa yang Anda ketahui hanya berada di dalam waktu. Untuk bebas dari jerat waktu adalah masalah yang penting, bukan berpikir tentang apa yang tak diketahui, oleh karena Anda tidak dapat memikirkan yang tak diketahui. Untuk menerima yang tak diketahui, batin itu sendiri harus menjadi yang tak diketahui. Batin adalah hasil dari proses pikiran, hasil dari waktu, dan proses pikiran itu sendiri harus berakhir. Batin tidak dapat berpikir tentang yang abadi, yang di luar waktu [timeless]; oleh karena itu batin harus bebas dari waktu, proses waktu dari batin harus luluh. Hanya apabila batin sama sekali bebas dari hari kemarin, dan dengan demikian tidak menggunakan masa kini untuk menjangkau ke masa depan, baru dia mampu menerima apa yang abadi. … Dengan demikian, masalah kita dalam meditasi adalah untuk mengenal diri sendiri, tidak hanya secara dangkal, melainkan seluruh isi kesadaran-dalam yang tersembunyi. Tanpa memahami semua itu dan bebas dari pengkondisiannya, Anda tidak mungkin melangkah keluar dari keterbatasan batin. Itulah sebabnya proses pikiran harus berhenti; untuk berhenti harus ada pengenalan diri. Oleh karena itu meditasi adalah awal dari kearifan, yang adalah memahami pikiran dan hati kita sendiri.

April 24, 2006

JK - The Ending Of Time (Chapter 2)

Filed under: J.Krishnamurti

2nd april 1980 conversation with Prof. David Bohm.

Cleansing the mind of the accumulation of time

KRISHNAMURTI: We were saying that psychological time is conflict, that time is the enemy of man. And that enemy has existed from the beginning of man. And we asked, why has man from the beginning taken a `wrong turn’, a `wrong path’? And, if so, is it possible to turn man in another direction in which he can live without conflict? Because, as we said yesterday, the outer movement is also the same as the inner movement. There is no separation between inner and outer. It is the same movement. And we asked whether we were concerned deeply and passionately to turn man in another direction so that he doesn’t live in time, with a knowledge only of the outer things. The religions, the politicians, the educators have failed: they have never been concerned about this. Would you agree to that? (more…)

April 14, 2006

JK - The Ending Of Time (Chapter 1)

Filed under: J.Krishnamurti

1st April 1980 , conversation with Prof. David Bohm.

The root of psychological conflict

KRISHNAMURTI: How shall we start? I would like to ask if humanity has taken a wrong turn.
DAVID BOHM: A wrong turn? Well it must have done so, a long time ago, I think.

K: That is what I feel. A long time ago… It appears that way - why? You see, as I look at it, mankind has always tried to become something.
DB: Well possibly. I was struck by something I once read about man going wrong about five or six thousand years ago, when he began to be able to plunder and take slaves. After that, his main purpose of existence was just to exploit and plunder. (more…)

March 22, 2006

Bebas dari Ketakutan

Mungkinkah bagi batin untuk mengosongkan dirinya sama sekali dari ketakutan? Ketakutan macam apa pun menghasilkan ilusi; ketakutan membuat batin tumpul, dangkal. Bila terdapat ketakutan, jelas tidak ada kebebasan, dan tanpa kebebasan tidak ada cinta sama sekali. Dan kebanyakan dari kita mempunyai salah satu bentuk ketakutan; takut akan kegelapan, takut akan opini masyarakat, takut akan ular, takut akan nyeri tubuh, takut akan hari tua, takut akan kematian. Kita punya lusinan ketakutan. Dan mungkinkah untuk bebas sama sekali dari ketakutan?
Kita bisa melihat apa yang dilakukan ketakutan terhadap masing-masing dari kita. Ketakutan membuat kita berbohong; ketakutan merusak kita dalam berbagai hal; ketakutan membuat batin tumpul, dangkal. Ada sudut-sudut gelap dalam batin yang tidak boleh diselidiki dan diungkapkan selama kita takut. Melindungi-diri secara fisik, dorongan instinktif untuk menjauh dari ular berbisa, untuk mundur dari tepi jurang, untuk mencegah agar tidak terpeleset di depan trem listrik, dan sebagainya, adalah waras, normal, sehat. Tetapi saya mempertanyakan tentang melindungi-diri secara psikologis, yang membuat orang takut akan penyakit, akan kematian, akan musuh. Bila kita mencari pemenuhan dalam bentuk apa pun, entah dengan melukis, melalui musik, melalui hubungan, atau apa pun keinginan Anda, selalu ada ketakutan. Jadi, yang penting adalah sadar akan seluruh proses diri ini, mengamati, mempelajarinya, dan bukan bertanya bagaimana cara melenyapkan ketakutan. Bila Anda hanya sekadar ingin melenyapkan ketakutan, Anda akan menemukan cara-cara melarikan diri darinya, dan dengan demikian tidak pernah ada kebebasan dari ketakutan.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Chris M