teh pagi
ngajak temen buat beli teh di pasar atas, saya pikir teh hangat dengan sedikit gula di pagi hari akan terasa mantap di hati
hum… berkabut dan lumayan dingin, oh ternyata sudah banyak orang yang mulai beraktivitas di jalanan (saya jarang keluar pagi-subuh gini) seperti ibu itu yang membawa bayi nya jalan2, diam2 saya mendengarkan candaan sang ibu kepada bayinya. sambil menunggu pesanan teh saya selesai dan si teman menyelesaikan bisnisnya dengan sang penjual nasi kuning, teringat bahwa rokok saya habis (yeah, i am a heavy smokers and not proud of it) iseng ke warung lumayan besar dan setelah menunggu untuk dilayani juga melihat sang penjual (si bapak dan si anak) tidak sedang melayani pelanggan, saya menyampaikan maksud untuk membeli sebungkus rokok. tampaknya sang penjual-si anak secara tiba2 kehilangan catatan bon nya dan dengan grasa-grusu (bahasa jawa mode on) goleki catetane ambek rodo mangkel polane ra ketemu2,(back*) menjawab “kela” kepada saya. setelah menunggu beberapa menit dan tidak di hiraukan saya berlalu.
oh ya, teh nya ternyata amat sangat manis untuk lidah saya
